5 Doa Bayi Baru Lahir Lengkap Dengan Artinya Agar Sholeh

Doa Bayi Baru Lahir

Doa bayi baru lahir yang paling dikenal adalah adzan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri, dilanjutkan doa “Allāhummaj’alhu bārran taqiyyan rasyīdan wa anbit-hu fil-islāmi nabātan hasanan” (“Ya Allah, jadikanlah ia anak yang berbakti, bertakwa, dan cerdas, dan tumbuhkanlah ia dalam Islam dengan pertumbuhan yang baik”), lalu doa perlindungan yang dahulu dibacakan Rasulullah ﷺ untuk cucunya, Hasan dan Husain.

Setelah itu ada rangkaian sunnah lain: tahnik, memberi nama yang baik, aqiqah, dan mencukur rambut bayi pada hari ketujuh.

Kelahiran seorang anak membuat orang tua ingin memberikan yang terbaik sejak detik pertama, dan doa adalah bekal paling awal yang bisa diberikan. Namun di internet bacaannya tersebar di banyak tempat, urutannya berbeda-beda, dan sering tidak disertai penjelasan mana yang bersumber dari hadis dan mana yang merupakan amalan ulama. Artikel ini merapikannya: lengkap dengan Arab, Latin, dan arti, sumbernya, urutan pelaksanaannya, serta catatan kesehatan yang perlu diperhatikan.

Artikel ini adalah informasi umum. Dalam sebagian amalan di bawah ini, para ulama berbeda pendapat (khilafiyah). Silakan merujuk kepada ustadz atau kyai yang kamu ikuti untuk pilihan akhir.

1. Adzan dan Iqamah di Telinga Bayi

Doa bayi baru lahir pertama yang paling populer di Indonesia adalah mengumandangkan adzan di telinga kanan bayi dan iqamah di telinga kirinya. Syekh Ibrahim al-Bajuri, sebagaimana dikutip NU Online, menyebut bahwa anak yang baru lahir disunnahkan diadzani pada telinga kanan dan diiqamahi pada telinga kiri.

Dasarnya adalah riwayat Abu Rafi’ dalam Sunan Abu Dawud dan at-Tirmidzi bahwa ia melihat Rasulullah ﷺ mengumandangkan adzan di telinga Hasan bin Ali ketika Fathimah melahirkannya.

Perlu diketahui, at-Tirmidzi menilai hadis ini hasan sahih, sedangkan sebagian ulama hadis lain menilai sanadnya lemah. Karena itu banyak ulama, terutama dalam mazhab Syafi’i, menganggapnya amalan yang dianjurkan (mustahab), bukan kewajiban.

Tidak ada doa khusus setelah adzan dan iqamah selain niat baik agar kalimat tauhid menjadi hal pertama yang didengar bayi.

Praktiknya:

  • Biasanya dilakukan oleh ayah, kakek, atau orang saleh yang ada di dekat bayi.
  • Lakukan dengan suara pelan dan jelas di dekat telinga, tidak keras, agar tidak mengagetkan bayi.
  • Lakukan setelah bayi dibersihkan dan kondisinya stabil, tanpa menunda perawatan medis yang dibutuhkan.

2. Doa Kebaikan agar Bayi Menjadi Anak Berbakti dan Bertakwa

Menurut rangkuman Sayyid Muhammad bin ‘Ali at-Tarimi dalam al-Wasā’il asy-Syāfi’ah fil-Adzkār an-Nāfi’ah wal-Awrād al-Jāmi’ah (hlm. 269), sebagaimana dimuat NU Online, setelah adzan dan iqamah dianjurkan membaca doa bayi baru lahir berikut di telinga kanan bayi:

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ بَارًّا تَقِيًّا رَشِيدًا وَأَنْبِتْهُ فِي الْإِسْلَامِ نَبَاتًا حَسَنًا

Allāhummaj’alhu bārran taqiyyan rasyīdan wa anbit-hu fil-islāmi nabātan hasanan.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah ia orang yang baik (berbakti), bertakwa, dan cerdas. Tumbuhkanlah ia dalam Islam dengan pertumbuhan yang baik.”

Rangkaian yang sama, menurut NU Online, juga mencakup pembacaan surat al-Ikhlas dan al-Qadr di telinga kanan bayi, serta ayat dari QS. Ali Imran: 36:

وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Wa innī u’īdzuhā bika wa dzurriyyatahā minasy-syaithānir-rajīm.

Artinya: “Aku memohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk.”

Ayat ini adalah doa istri Imran, ibunda Maryam, saat melahirkan putrinya.

3. Doa Perlindungan yang Dibaca Rasulullah untuk Hasan dan Husain

Doa bayi baru lahir ini bersumber dari hadis yang sangat kuat. Dari Ibnu Abbas, Rasulullah ﷺ memohonkan perlindungan untuk Hasan dan Husain dengan doa berikut, lalu bersabda bahwa Nabi Ibrahim juga memohonkan perlindungan untuk Ismail dan Ishaq dengan doa yang sama (HR. al-Bukhari).

أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

U’īdzukumā bikalimātillāhit-tāmmati min kulli syaithānin wa hāmmatin wa min kulli ‘ainin lāmmah.

Artinya: “Aku memohonkan perlindungan untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari segala setan, binatang yang berbahaya, dan pandangan mata yang jahat.”

Penyesuaian lafaz:

  • Untuk satu anak laki-laki: U’īdzuka.
  • Untuk satu anak perempuan: U’īdzuki.
  • Dalam rangkuman at-Tarimi yang dimuat NU Online, lafaznya berbentuk orang pertama: A’ūdzu bikalimātillāhit-tāmmāti min kulli syaithānin wa hāmmatin wa min kulli ‘ainin lāmmah (“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah dari segala setan, kesusahan, dan pandangan yang jahat”).

Doa ini termasuk doa perlindungan yang dibacakan orang tua untuk anaknya, bukan jimat. Fungsinya adalah memohon penjagaan kepada Allah ﷻ.

4. Ucapan Selamat dan Doa untuk Orang Tua Bayi

Salah satu bagian dari doa bayi baru lahir yang sering terlewat adalah ucapan selamat bagi orang tuanya. Lafaz berikut diriwayatkan dari Hasan al-Bashri dan banyak dikutip dalam literatur dzikir, termasuk al-Adzkār karya Imam an-Nawawi:

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوبِ لَكَ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ

Bārakallāhu laka fil-mawhūbi lak, wa syakartal-wāhib, wa balagha asyuddah, wa ruziqta birrah.

Artinya: “Semoga Allah memberkahimu atas anugerah yang diberikan kepadamu, engkau bersyukur kepada Sang Pemberi, anak itu mencapai usia dewasa, dan engkau dianugerahi kebaktiannya.”

Orang tua yang menerima ucapan ini dianjurkan menjawab dengan doa balasan, misalnya Bārakallāhu laka wa bāraka ‘alaika wa jazākallāhu khairan (“Semoga Allah memberkahimu, melimpahkan keberkahan atasmu, dan membalasmu dengan kebaikan”). Kalau kamu sedang menjenguk, kalimat ini jauh lebih bermakna daripada sekadar ucapan “selamat”.

5. Doa dari Al-Qur’an untuk Keturunan yang Saleh

Selain doa bayi baru lahir dari hadis, Al-Qur’an memuat banyak doa para nabi untuk keturunan mereka. Doa-doa ini bisa dibaca kapan saja, baik oleh ayah maupun ibu.

Doa Nabi Zakaria (QS. Ali Imran: 38)

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Rabbi hab lī min ladunka dzurriyyatan thayyibah, innaka samī’ud-du’ā’. “Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sungguh, Engkau Maha Pendengar doa.”

Doa Nabi Ibrahim (QS. Ibrahim: 40)

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Rabbij’alnī muqīmash-shalāti wa min dzurriyyatī, rabbanā wa taqabbal du’ā’. “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”

Doa Hamba Allah yang Saleh (QS. Al-Furqan: 74)

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a’yunin waj’alnā lil-muttaqīna imāmā. “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

Doa Syukur Orang Tua (QS. Al-Ahqaf: 15)

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Rabbi auzi’nī an asykura ni’matakal-latī an’amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a’mala shāliḥan tardhāhu wa aṣliḥ lī fī dzurriyyatī, innī tubtu ilaika wa innī minal-muslimīn. “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridai; dan berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada-Mu dan sungguh, aku termasuk orang muslim.”

Sunnah Menyambut Bayi

Tahnik adalah mengoleskan sedikit kurma yang telah dilunakkan ke langit-langit mulut bayi. Dasarnya adalah hadis Abu Musa al-Asy’ari: ia membawa putranya yang baru lahir kepada Nabi ﷺ, lalu beliau menamainya Ibrahim, mentahniknya dengan kurma, dan mendoakan keberkahan baginya (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Riwayat tersebut hanya menyebut bahwa Nabi ﷺ mendoakan keberkahan. Lafaz yang lazim digunakan saat ini adalah Allāhumma bārik fīhi wa anbit-hu nabātan hasanan (“Ya Allah, berkahilah dia dan tumbuhkanlah dia dengan pertumbuhan yang baik”).

Catatan kesehatan yang perlu diperhatikan:

  • Dahulukan inisiasi menyusu dini dan ASI. Tahnik tidak menggantikan ASI.
  • Cukup oleskan sedikit sekali kurma yang sangat lunak (bisa dihaluskan dengan sendok), bukan menyuapkannya.
  • Jangan gunakan madu untuk bayi di bawah 1 tahun karena risiko botulisme.
  • Untuk bayi prematur, berat lahir rendah, atau yang sedang dirawat, tanyakan dulu kepada dokter atau bidan.

Memberi Nama yang Baik

Nama adalah doa bayi baru lahir yang akan dipanggil setiap hari. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman (HR. Muslim). Pemberian nama dianjurkan paling lambat hari ketujuh, bersamaan dengan aqiqah.

Aqiqah dan Mencukur Rambut

Dari Samurah bin Jundub, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelih pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah). Mazhab Syafi’i umumnya memandang aqiqah sebagai sunnah muakkadah.

  • Dua ekor kambing untuk bayi laki-laki dan satu ekor untuk bayi perempuan, menurut pendapat jumhur ulama.
  • Rambut dicukur, lalu bersedekah seberat rambut tersebut (dengan perak atau senilainya) sebagaimana dianjurkan.
  • Lafaz yang lazim dibaca saat penyembelihan: Bismillāh, Allāhumma minka wa laka, hādzihi ‘aqīqatu [nama bayi], artinya “Dengan nama Allah, ya Allah, ini dari-Mu dan untuk-Mu, ini aqiqah [nama bayi].”

Apakah Harus Membaca Semua Doa bayi baru lahir Ini?

Tidak. Seorang ustazah yang diwawancarai kumparanMOM mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada doa bayi baru lahir khusus yang wajib untuk bayi baru lahir, karena hampir semua doa kebaikan penting untuk dipanjatkan. Rangkaian di atas adalah amalan yang dianjurkan, bukan syarat sahnya penyambutan bayi.

Beberapa hal penting untuk diluruskan:

PertanyaanPenjelasan
Harus dibaca dalam bahasa Arab?Lafaz dari hadis dan Al-Qur’an dibaca dalam bahasa Arab, tetapi kamu juga boleh berdoa dengan bahasa sendiri dengan penuh harap
Hanya ayah yang boleh membaca?NU Online menyebut dzikir ini utamanya dilakukan ayah, tetapi tetap dianjurkan bagi yang lain
Apakah doa bisa menggantikan imunisasi dan kontrol?Tidak. Doa berjalan bersama ikhtiar medis, bukan pengganti pemeriksaan dan imunisasi
Apakah bacaan perlindungan itu jimat?Bukan. Ia adalah doa yang dibacakan kepada Allah, tanpa benda atau tulisan yang digantungkan pada bayi
Terlambat melakukannya?Doa bisa dibaca kapan saja. Adzan dan tahnik dianjurkan segera, tetapi bila belum sempat, doa tetap bernilai

Kapan Waktu Terbaik Membaca Doa bayi baru lahir?

  • Segera setelah lahir, setelah ibu dan bayi dalam kondisi stabil: adzan, iqamah, dan doa kebaikan.
  • Setiap kali menyusui, mengganti popok, atau menidurkan bayi: doa-doa singkat seperti ta’awudz dan doa Al-Qur’an di atas. Tips menidurkan dengan aman ada di posisi tidur bayi yang benar.
  • Hari ketujuh: aqiqah, cukur rambut, dan pemberian nama.
  • Saat bayi sakit atau rewel: perbanyak doa, sambil tetap memeriksakan bayi bila ada tanda bahaya. Panduan perawatan hariannya ada di cara merawat bayi.

Kumparan juga mengingatkan adab sederhana: bacalah dengan tenang setelah ibu dan bayi stabil, ucapkan dengan lembut dan jelas. Doa yang dibaca dengan hati hadir lebih berkesan daripada dibaca terburu-buru.

FAQ Seputar Doa Bayi Baru Lahir

1. Apa Doa yang Dibaca Untuk Bayi Baru Lahir?
Adzan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri, lalu doa Allāhummaj’alhu bārran taqiyyan rasyīdan wa anbit-hu fil-islāmi nabātan hasanan, serta doa perlindungan U’īdzukumā bikalimātillāhit-tāmmati… yang dibacakan Rasulullah ﷺ untuk Hasan dan Husain.

2. Siapa yang Sebaiknya Mengadzani Bayi?
Utamanya ayah, tetapi kakek, atau orang saleh lainnya yang hadir juga boleh. NU Online menyebut dzikir dan doa ini utamanya dilakukan ayah, tetapi tetap dianjurkan bagi yang lain.

3. Apakah Mengadzani Bayi Itu Wajib?
Tidak wajib. Banyak ulama, terutama Syafi’iyah, menganjurkannya sebagai sunnah atau mustahab, meski sebagian ulama hadis menilai sanad riwayatnya lemah. Tidak dilakukan pun tidak berdosa.

4. Apa Doa agar Bayi Sehat dan Tumbuh Sholeh?
Selain doa kebaikan di atas, bacalah doa Nabi Zakaria (QS. Ali Imran: 38) dan doa dari QS. Al-Furqan: 74. Untuk kesehatan, doa dibarengi ikhtiar medis seperti kontrol rutin dan imunisasi.

5. Kapan Bayi Mulai Bisa Ditahnik?
Segera setelah lahir, setelah bayi stabil dan sudah mendapat kesempatan menyusu dini. Gunakan sedikit sekali kurma yang dilunakkan, tanpa madu, dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk bayi prematur atau sakit.

6. Bagaimana Jika Terlewat Hari Ketujuh Untuk Aqiqah dan Memberi Nama?
Hari ketujuh adalah waktu yang dianjurkan, tetapi aqiqah tetap boleh dilakukan setelahnya. Nama tidak perlu menunggu aqiqah dan sebaiknya segera diputuskan agar akta kelahiran bisa diurus.

7. Apa yang Diucapkan Saat Menjenguk Bayi Baru Lahir? Bārakallāhu laka fil-mawhūbi laka, wa syakartal-wāhib, wa balagha asyuddah, wa ruziqta birrah. Kamu juga bisa menambahkan doa dengan bahasa Indonesia yang tulus.

Kesimpulan

Doa bayi baru lahir dimulai dari yang paling sederhana: adzan dan iqamah di telinganya, doa agar ia tumbuh berbakti dan bertakwa, serta doa perlindungan yang diwariskan dari Rasulullah ﷺ kepada Hasan dan Husain. Setelah itu menyusul tahnik, nama yang baik, dan aqiqah pada hari ketujuh.

Yang terpenting, doa-doa ini mengiringi ikhtiar, bukan menggantikannya. Peluk bayimu, susui dengan baik, periksakan ke tenaga kesehatan, dan berdoalah dengan bahasa yang paling kamu pahami. Semoga bayi kita tumbuh sehat, saleh atau salehah, dan menjadi penyejuk hati.

Referensi

  • NU Online (Jabar) – “Doa untuk Bayi yang Baru Lahir.” merujuk Sayyid Muhammad bin ‘Ali at-Tarimi, al-Wasā’il asy-Syāfi’ah fil-Adzkār an-Nāfi’ah wal-Awrād al-Jāmi’ah (Beirut: Dar al-Ihya al-‘Ilm, 2000), hlm. 269
  • Hadis: HR. al-Bukhari (doa perlindungan untuk Hasan dan Husain; tahnik Abu Musa), HR. Muslim (tahnik; nama Abdullah dan Abdurrahman), HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi (adzan di telinga Hasan; aqiqah hari ketujuh), HR. an-Nasa’i dan Ibnu Majah (aqiqah).
  • An-Nawawi. al-Adzkār (doa ucapan selamat atas kelahiran, dari Hasan al-Bashri).
  • Al-Qur’an: QS. Ali Imran: 36 dan 38, QS. Ibrahim: 40, QS. Al-Furqan: 74, QS. Al-Ahqaf: 15.

Tinggalkan Komentar