Cara mengatasi kembung pada bayi yang paling aman dan paling sering berhasil adalah menyendawakannya, memijat perutnya dengan lembut searah jarum jam, menggerakkan kakinya seperti mengayuh sepeda, serta memperbaiki pelekatan menyusu atau posisi botol agar udara yang tertelan lebih sedikit. Kembung pada bayi umumnya bukan penyakit. Menurut Alodokter, kembung hingga usia sekitar 3 bulan termasuk hal yang wajar karena saluran pencernaan bayi memang belum bekerja sempurna.
Namun ada batasnya. Perut yang sangat keras dan membesar, muntah hijau, demam, atau darah pada tinja bukan kembung biasa dan perlu segera diperiksa. Artikel ini membahas keduanya: apa yang bisa kamu lakukan di rumah, dan kapan sebaiknya tidak menunggu.
Catatan medis: Informasi ini bersifat umum dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter. Bayi prematur, bayi di bawah 3 bulan yang demam, atau bayi dengan penyakit bawaan memerlukan penanganan langsung dari tenaga kesehatan.
9 Cara Mengatasi Kembung pada Bayi di Rumah
1. Sendawakan Bayi
Ini cara mengatasi kembung pada bayi yang pertama dan sering paling efektif. Sendawakan di tengah sesi menyusu (atau saat berpindah payudara) dan setelah selesai.
Jika bayi tidak sendawa dalam beberapa menit, tidak perlu dipaksa, ganti posisi dan coba lagi sebentar. Tiga posisi yang bisa dicoba ada di bagian bawah artikel ini.
2. Gerakan Kaki Seperti Mengayuh Sepeda
Baringkan bayi telentang di alas yang datar, pegang kedua pergelangan kakinya, lalu gerakkan bergantian seperti mengayuh sepeda dan sesekali tekuk lutut ke arah perut. Gerakan ini membantu merangsang usus dan melepaskan gas yang terperangkap. Lakukan selama beberapa menit dengan lembut, dan hentikan bila bayi tampak tidak nyaman.
3. Pijat Perut dengan Teknik I-L-U
Panduan cara mengatasi kembung pada bayi ada di bagian khusus di bawah. Gunakan sedikit minyak bayi, atau minyak telon bila sesuai. Detail penggunaannya ada di panduan minyak telon untuk bayi.
4. Beri Waktu Tummy Time Saat Bayi Terjaga
Halodoc menyebut posisi tengkurap memberi tekanan lembut pada perut dan dapat membantu gas keluar. Pastikan hanya dilakukan saat bayi terjaga dan diawasi penuh. Jangan pernah membiarkan bayi tidur tengkurap, karena itu meningkatkan risiko SIDS. Penjelasan lengkapnya ada di posisi tidur bayi yang benar.
5. Usap Punggung dengan Bayi Telungkup di Pangkuan
Cara mengatasi kembung pada bayi yang kelima adalah dengan meletakkan bayi telungkup melintang di atas kedua pahamu dengan kepala sedikit lebih tinggi dari perut, lalu usap atau tepuk punggungnya perlahan.
Ini mirip posisi sendawa dan memberi tekanan lembut pada perut. Tetap awasi bayi sepanjang waktu.
6. Perbaiki Posisi Menyusu
Susui dengan posisi bayi sedikit tegak agar susu mengalir pelan. Pastikan mulut bayi menempel baik: bibir terbuka lebar, areola sebagian besar masuk mulut, dagu menempel payudara. Pelekatan yang salah membuat bayi menelan udara lebih banyak, kata Alodokter. Bila kamu kesulitan, konselor laktasi dapat membantu langsung.
7. Perbaiki Cara Memberi Susu Botol
- Pegang botol agak miring sehingga dot selalu penuh susu.
- Pilih dot dengan aliran sesuai usia, dan ukuran yang pas dengan mulut bayi (Alodokter).
- Pilih botol dengan sistem ventilasi antikolik. Tips memilihnya ada di panduan botol susu bayi.
- Beri jeda sendawa di tengah menyusu.
8. Kompres Hangat atau Mandi Air Hangat
Cara mengatasi kembung pada bayi berikutnya dengan kompres air hangat menggunanakan kain bersih yang dibasahi air hangat (bukan panas) dan diperas, lalu diletakkan sebentar di perut, dapat membuat bayi lebih rileks. Uji suhu di bagian dalam pergelangan tanganmu. Mandi air hangat juga disebut Halodoc dapat membantu relaksasi dan keluarnya gas.
9. Susui Sebelum Bayi Terlalu Lapar
Kenali tanda lapar awal: menoleh mencari, mengecap, tangan ke mulut. Menunggu sampai menangis membuat bayi menelan banyak udara. Porsi kecil tapi lebih sering juga membantu bayi yang gampang kembung.
Cara Memijat Perut Bayi dengan Teknik I-L-U
Teknik I-L-U mengikuti arah gerak usus besar sehingga membantu gas bergerak ke arah yang tepat. Sebut “kiri” dan “kanan” di bawah sebagai kiri dan kanan tubuh bayi.
- Persiapan. Cuci tangan, hangatkan sedikit minyak bayi di telapak tangan, dan pastikan bayi tenang dan tidak baru selesai menyusu. Beri jeda sekitar 30 menit setelah menyusu agar tidak memicu gumoh.
- “I”. Usap lembut dari bawah tulang rusuk sisi kiri bayi ke arah bawah, ke pangkal paha kiri. Ulangi beberapa kali.
- “L”. Usap dari sisi kanan ke sisi kiri di atas pusar (seperti garis mendatar), lalu turun ke bawah di sisi kiri.
- “U”. Usap dari pangkal paha kanan ke atas, melintasi perut di atas pusar ke sisi kiri, lalu turun ke pangkal paha kiri.
- Tutup dengan gerakan melingkar searah jarum jam di sekitar pusar dan gerakan lembut lutut ke arah perut.
Tekanan cukup seperti mengusap kulit, bukan menekan dalam. Lakukan 5–10 menit dan hentikan bila bayi menangis atau menolak menggunakan cara mengatasi kembung pada bayi ini. Jangan memijat bila bayi demam, perut tampak sangat keras, ada ruam atau luka di perut, atau bayi baru saja muntah.
Apa Itu Kembung pada Bayi dan Apakah Normal?
Kembung adalah menumpuknya gas di saluran cerna sehingga perut terasa penuh dan tegang. Gas itu normalnya keluar lewat sendawa atau kentut. Pada bayi, otot dan usus yang masih belajar bekerja membuat gas lebih mudah terperangkap, apalagi bayi menelan udara setiap kali menyusu atau menangis.
Maka dari itu, ortu wajib tahu nih tentang cara mengatasi kembung pada bayi biar nggak panik.
Dua hal yang sering membuat orang tua panik padahal wajar:
- Perut bayi memang tampak membuncit, terutama setelah menyusu, karena otot perutnya belum kuat.
- Bayi sering kentut dan sendawa, dan itu justru tanda gasnya keluar.
Yang perlu diperhatikan adalah perubahan perut yang jadi keras, bayi yang tidak bisa tenang, atau gejala lain yang menyertai.
Tanda Bayi Kembung dan Bedanya dengan Kolik atau Gumoh
Gejala yang umum, berdasarkan Alodokter dan Halodoc:
- Perut teraba agak keras dan lebih cembung dari biasanya
- Menggeliat, melengkungkan punggung, atau menarik kaki ke arah dada
- Rewel dan menangis, lebih sering sore atau malam
- Sering kentut
- Sulit tidur dan sering terbangun
- Menurun nafsu menyusu
Kembung sering bercampur dengan dua kondisi lain yang gejalanya mirip. Perbedaannya:
| Kembung | Kolik | Gumoh / refluks | |
|---|---|---|---|
| Gambaran | Perut keras, sering kentut, membaik setelah gas keluar | Menangis hebat dan sulit ditenangkan tanpa sebab jelas | Susu keluar lewat mulut setelah menyusu |
| Pola | Tidak teratur | Pola “tiga”: >3 jam per hari, >3 hari per minggu, >3 minggu | Segera atau beberapa saat setelah menyusu |
| Bayi tampak | Tidak nyaman, membaik setelah sendawa atau kentut | Wajah memerah, kaki menekuk, tangisan melengking | Biasanya tetap ceria dan berat badan naik |
| Penanganan awal | Sendawa, pijat, posisi | Metode menenangkan, lihat cara menenangkan bayi menangis | Tegakkan bayi 20–30 menit setelah menyusu |
Kolik dan kembung bisa terjadi bersamaan, dan cara mengatasi kembung pada bayi sering ikut membantu pada kolik.
Apa Penyebab Bayi Kembung?
Penyebabnya bisa dikelompokkan menjadi empat jalur.
1. Udara yang Tertelan
Ini penyebab paling sering. Udara masuk saat pelekatan menyusu kurang tepat, lubang dot terlalu besar atau kecil, botol dimiringkan kurang tinggi sehingga dot tidak penuh susu, atau bayi menyusu sambil menangis kencang. Alodokter mencatat bayi yang sudah menangis kelaparan menelan lebih banyak udara bersama makanannya, jadi susui sebelum bayi mencapai tahap itu.
2. Saluran Cerna yang Masih Belajar
Sistem cerna bayi belum matang sehingga gerak usus belum efisien. Ini yang membuat kembung banyak muncul di 3 bulan pertama.
3. Makanan dan minuman.
- Ibu menyusui: Alodokter menyarankan membatasi makanan tinggi gas seperti kubis, kembang kol, brokoli, bawang, dan kentang. Namun perlu diketahui, bukti ilmiah bahwa makanan ibu menyebabkan kembung pada bayi cukup terbatas. Jangan membatasi gizi ibu secara ketat. Bila curiga, cobalah mengurangi satu jenis makanan selama beberapa hari dan catat apakah ada bedanya.
- Bayi MPASI: sayuran penghasil gas seperti brokoli, kol, dan kacang bisa memicu kembung bila berlebihan.
- Jus buah: tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 1 tahun karena gula buah (fruktosa) sulit dicerna dan dapat memicu kembung serta diare, menurut Alodokter.
- Susu formula: sebagian bayi bereaksi terhadap jenis formula tertentu; jangan berganti-ganti tanpa saran dokter.
4. Sembelit dan Kondisi Medis
Bayi yang kurang minum atau sembelit lebih mudah kembung. Alergi protein susu sapi atau intoleransi laktosa dapat menimbulkan kembung disertai diare, ruam, atau tinja berdarah, seperti dicatat Halodoc.
3 Posisi Menyendawakan Bayi
| Posisi | Cara |
|---|---|
| Di bahu | Tegakkan bayi dengan dagu bersandar di bahumu dan topang bokongnya. Usap atau tepuk punggung dengan lembut. |
| Duduk di pangkuan | Dudukkan bayi menghadap samping, topang dada dan dagunya dengan satu tangan (jangan menekan leher), lalu tepuk punggung dengan tangan lain. |
| Telungkup di paha | Baringkan bayi telungkup di atas pahamu dengan kepala lebih tinggi dari dada, lalu usap punggungnya. |
Tepukan harus lembut dan ritmis adalah cara mengatasi kembung pada bayi. Siapkan kain bersih di bahu karena sendawa sering disertai sedikit gumoh.
Yang Sebaiknya Dihindari saat Bayi Kembung
- Memberi air putih, teh, atau jus untuk “mengeluarkan angin”. Bayi di bawah 6 bulan tidak membutuhkannya, dan jus tidak dianjurkan sebelum usia 1 tahun.
- Memberi madu (apa pun alasannya) sebelum usia 1 tahun karena risiko botulisme.
- Memberi obat atau ramuan tanpa saran dokter. Halodoc menegaskan pemberian obat kembung pada bayi baru lahir harus di bawah pengawasan dokter. Penelitian tentang obat tetes pengurang gas dan probiotik untuk bayi hasilnya beragam, jadi tanyakan dulu kepada dokter.
- Menidurkan bayi tengkurap atau miring agar gasnya keluar.
- Memakai gurita atau bedong ketat di perut, yang bisa menekan perut dan mengganggu napas.
- Mengganti-ganti susu formula berkali-kali tanpa evaluasi dokter.
- Memijat terlalu keras atau tepat setelah menyusu.
Cara Mencegah Bayi Kembung
- Susui dengan pelekatan yang benar dan sebelum bayi sangat lapar.
- Tegakkan bayi 20–30 menit setelah menyusu.
- Gunakan botol dan dot yang sesuai usia, serta ventilasi yang baik.
- Sendawakan setiap sesi menyusu.
- Saat MPASI dimulai (sekitar 6 bulan), kenalkan satu jenis makanan baru dalam satu waktu dan catat reaksi perut bayi; batasi sayuran penghasil gas dalam jumlah besar.
- Pastikan bayi cukup cairan dari ASI atau susu formula untuk mencegah sembelit.
- Hindari menyusui sambil bayi menangis kencang; tenangkan dulu.
- Jaga rutinitas gerak: tummy time harian saat bayi terjaga, dan gerakan kaki lembut saat ganti popok.
Kapan Bayi Kembung Harus Segera ke Dokter?
Kembung biasanya mereda dalam hitungan menit hingga beberapa jam setelah gas keluar. Segera periksakan bayi bila ada salah satu tanda berikut, sebagaimana dirangkum Alodokter dan Halodoc:
- Perut sangat keras, membesar cepat, atau terlihat tegang dan bayi menjerit saat disentuh
- Muntah berwarna hijau atau muntah menyemprot berulang
- Demam (bayi di bawah 3 bulan dengan suhu 38 °C atau lebih adalah kondisi darurat)
- Darah atau lendir pada tinja, atau tinja hitam
- Tidak buang air besar dan tidak kentut disertai perut membesar
- Diare berulang, ruam, atau bengkak di wajah setelah minum susu tertentu
- Menolak menyusu total, tampak lemas atau sulit dibangunkan
- Tangisan histeris yang tidak reda berjam-jam
- Berat badan tidak naik atau turun
- Benjolan di lipat paha atau skrotum yang membesar saat menangis
| Biasanya aman diamati di rumah | Perlu diperiksa dokter |
|---|---|
| Sering kentut dan sendawa, bayi lalu tenang | Muntah hijau atau menyemprot |
| Perut cembung tapi lembut, bayi tetap menyusu | Perut sangat keras dan makin besar |
| Rewel sore hari, membaik dengan pijat dan sendawa | Demam, lemas, atau menolak menyusu |
| Berat badan naik sesuai kurva | Darah pada tinja atau berat badan turun |
FAQ Seputar Cara Mengatasi Kembung pada Bayi
1. Apa Cara Mengatasi Kembung Pada Bayi yang Paling Cepat?
Sendawakan bayi, lalu gerakkan kakinya seperti mengayuh sepeda dan pijat perutnya dengan lembut searah jarum jam. Banyak bayi tampak lega dalam beberapa menit setelah gas keluar. Bila tidak membaik atau ada tanda bahaya, hubungi dokter.
2. Apakah Bayi Kembung Itu Normal?
Ya, terutama di 3 bulan pertama karena saluran cernanya masih berkembang. Kembung dianggap normal bila bayi tetap mau menyusu, berat badannya naik, dan perutnya tidak sangat keras.
3. Bolehkah Minyak Telon Dipakai Untuk Bayi Kembung?
Banyak orang tua dan sumber seperti Alodokter menyebutnya sebagai cara tradisional yang menenangkan. Pilih yang dirancang untuk bayi, uji dulu di area kecil, hindari wajah dan tangan, dan hentikan bila kulit memerah.
4. Apakah Bayi Kembung Boleh Ditidurkan Tengkurap?
Tidak. Tengkurap hanya untuk tummy time saat bayi terjaga dan diawasi. Untuk tidur, tetap telentang di alas datar hingga usia 1 tahun.
5. Apakah Ibu Menyusui Harus Berpantang Makanan Tertentu?
Tidak otomatis. Bukti bahwa makanan ibu menyebabkan kembung pada bayi terbatas. Bila kamu mencurigai satu jenis makanan, kurangi selama beberapa hari dan amati, tanpa mengorbankan gizi.
6. Apakah Bayi Kembung Perlu Obat?
Umumnya tidak. Penanganan non-obat seperti sendawa dan pijat dianjurkan lebih dulu. Obat apa pun untuk bayi sebaiknya hanya atas anjuran dokter.
7. Sampai Usia Berapa Bayi Sering Kembung?
Paling sering di 3 bulan pertama dan biasanya membaik seiring matangnya pencernaan. Kembung dapat muncul lagi saat MPASI dimulai karena makanan baru.
Kesimpulan
Cara mengatasi kembung pada bayi pada dasarnya sederhana: bantu gas keluar lewat sendawa, pijat lembut, dan gerakan kaki; kurangi udara yang tertelan lewat pelekatan atau posisi botol yang tepat; dan perhatikan tanda bahaya. Sebagian besar kembung adalah bagian dari proses tumbuh dan akan membaik dengan sendirinya.
Percayalah pada pengamatanmu sebagai orang tua. Bila bayi tampak berbeda dari biasanya, entah tangisannya, warna muntahnya, atau kerasnya perutnya, jangan menunggu. Periksakan hari itu juga. Untuk panduan perawatan sehari-hari lainnya, baca cara merawat bayi.
Referensi
- Columbia Asia Indonesia – “Perut Bayi Kembung? Begini Tutorial Mengeluarkan Gas dan Angin Pada Bayi”
- Alodokter. “Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi.”
- Halodoc (Redaksi). “Cara Mengatasi Perut Kembung Bayi, Cepat Lega!”

