Cara Membangun Keluarga Sakinah – Keluarga sakinah sering terdengar indah, tapi banyak orang bingung: sakinah itu sebenarnya seperti apa? Apakah keluarga tanpa konflik? Atau keluarga yang selalu adem dan romantis?
Faktanya, keluarga sakinah bukan berarti bebas masalah, tapi keluarga yang tetap tenang, saling menguatkan, dan kembali ke nilai kebaikan saat diuji.
Berikut ini cara membangun keluarga sakinah yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tanpa harus jadi pasangan sempurna.
1. Luruskan Niat Sejak Awal Menikah
Cara yang pertama adalah dengan meluruskan niat sejak awal akan menikah. Karena setiap amalan tergantung awal niatnya apa. Menikah itu bukan cuma soal:
- ingin bahagia
- ingin ditemani
- ingin terlihat “mapan”
- ingin enak-enaknya saja
Tapi juga niat:
- beribadah bersama
- saling menjaga dari hal buruk
- tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik
Niat yang lurus akan jadi pegangan saat rumah tangga diuji.
2. Bangun Pondasi Iman Bersama
Cara membangun keluarga sakinah berikutnya adalah dengan membangun pondasi keimanan bersama. Karena dengan iman salah satu fondasi utama untuk membangun keluarga yang sakinah.
Caranya sederhana, kamu bisa menerapkan seperti berikut:
- sholat tepat waktu
- saling mengingatkan ibadah
- belajar agama bersama, sedikit tapi rutin
Rumah tangga yang dekat dengan Allah akan lebih kuat menghadapi masalah.
3. Biasakan Komunikasi yang Lembut
Cara yang ketiga terkait dengan nada bicara kepada pasangan. Karena nada bicara sering lebih penting daripada isi kata.
Dalam keluarga sakinah:
- bicara dengan adab
- hindari kata kasar dan merendahkan
- pilih waktu yang tepat untuk diskusi
Lembut bukan berarti lemah, tapi tanda kedewasaan dalam berpasangan.
Baca Juga: 10 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Biar Nggak Ribut
4. Saling Memahami Peran, Bukan Saling Menuntut
Cara membangun keluarga sakinah yang keempat adalah dengan saling memahami peran dan bukan saling menuntut satu sama yang lainnya. Dalam Islam, suami dan istri punya peran masing-masing.
Akan tetapi peran itu bukan alasan untuk:
- merasa paling berat bebannya
- menuntut tanpa empati
Keluarga sakinah tumbuh dari kerja sama, bukan saling membandingkan satu sama lainnya.
5. Jadikan Rumah sebagai Tempat Paling Aman
Cara yang kelima adalah dengan menjadikan rumah sebagai tempat pulang yang paling aman. Rumah seharusnya jadi tempat pulang, bukan tempat tertekan.
Kita bisa menciptakan suasana rumah:
- saling mendukung
- bebas bercerita tanpa takut dihakimi
- nyaman untuk tumbuh
Ketenangan rumah berpengaruh besar pada jiwa seluruh anggota keluarga.
6. Biasakan Musyawarah dalam Mengambil Keputusan
Cara membangun keluarga sakinah yang berikutnya adalah dengan membiasakan untuk musyawarah dalam mengambil keputusan dalam rumah tangga. Karena keputusan sepihak sering jadi sumber konflik dalam rumah tangga.
Kita bisa membiasakan untuk:
- diskusi terbuka
- saling mendengar pendapat
- mempertimbangkan perasaan pasangan
Musyawarah bikin pasangan merasa dihargai dan diikutsertakan dalam pengambilan keputusan di rumah tangga.
7. Jaga Adab Saat Berbeda Pendapat
Cara yang berikutnya adalah dengan menjaga adab saat ada perbedaan pendapat, karena ada perbedaan dalam berpasangan itu pasti adanya.
Yang bikin rumah tangga rusak bukan beda pendapat, akan tetapi:
- emosi tak terkendali
- saling menyakiti
- membuka aib pasangan
Dalam Islam, adab tetap dijaga bahkan saat marah banget sekalipun.
8. Kelola Keuangan dengan Amanah
Cara membangun keluarga sakinah yang berikutnya adalah dengan mengelola keuangan dengan amanah. Dalam berumah tangga keuangan adalah ujian besar dalam rumah tangga.
Kita bisa melakukan tips sederhana berikut:
- jujur soal pemasukan
- hidup sesuai kemampuan
- saling percaya dalam mengelola uang
Keuangan yang amanah mendatangkan ketenangan dan keamanan.
Baca Juga: 10 Cara Menghindari Hutang yang Efektif Biar Tetap Aman
9. Biasakan Bersyukur dalam Kondisi Apa Pun
Syukur bikin hati tenang.
Daripada fokus pada:
- kekurangan pasangan
- hidup orang lain
Lebih baik belajar mensyukuri:
- usaha pasangan
- nikmat kecil sehari-hari
Syukur adalah kunci sakinah.
10. Rawat Mawaddah dengan Perhatian dan Kasih Sayang
Cara membangun keluarga sakinah yang berikutnya adalah dengan perhatian dan kasih sayang kepada pasangan, karena cinta itu butuh dirawat.
Bentuknya itu bisa:
- perhatian kecil
- sentuhan sederhana
- kata-kata baik
Romantis dalam Islam itu sederhana, tapi konsisten.
11. Tumbuhkan Warahmah dengan Empati
Warahmah berarti kasih sayang yang penuh empati.
Caranya:
- memahami saat pasangan lelah
- memaafkan saat pasangan khilaf
- membantu tanpa diminta
Kasih sayang inilah yang membuat hubungan bertahan lama.
12. Jangan Lupa Mendoakan Pasangan
Cara membangun keluarga sakinah yang berikutnya jangan lupa mendo’akan pasangan, karena doa adalah senjata orang beriman.
Kita harus membiasakan:
- mendoakan pasangan dalam sholat
- memohon kebaikan untuk keluarga
- menyerahkan hal-hal berat kepada Allah
Dibalik itu, doa memperkuat ikatan batin dengan orang yang kita doakan.
13. Didik Anak dengan Teladan, Bukan Amarah
Jika sudah punya anak, keluarga sakinah tercermin dari cara mendidik.
Anak belajar dari:
- sikap orang tua
- cara orang tua menyelesaikan masalah
- suasana rumah
Teladan lebih kuat daripada nasihat panjang.
14. Jangan Malu Memperbaiki Diri
Cara membangun keluarga sakinah adalah dengan memperbaiki diri, karena tidak ada rumah tangga yang sempurna.
Yang harus ditanamkan dalam diri kita adalah:
- mau belajar
- mau berubah
- mau introspeksi
Keluarga sakinah adalah proses, bukan status instan.
15. Kembalikan Semua kepada Allah
Saat merasa lelah, buntu, atau kecewa, kembalilah kepada Allah.
Karena:
- ketenangan sejati datang dari-Nya
- hati manusia berubah-ubah
- Allah Maha Menenangkan
Inilah inti keluarga sakinah.
Penutup
Cara membangun keluarga sakinah bukan tentang hidup tanpa konflik, tapi tentang bagaimana keluarga tetap tenang, penuh cinta, dan saling menguatkan di tengah ujian.
Dengan iman, komunikasi yang baik, dan niat yang lurus, keluarga sakinah bukan mimpi, tapi tujuan yang bisa dicapai.
FAQ
1. Apa arti keluarga sakinah menurut Islam?
Keluarga yang dipenuhi ketenangan, kasih sayang, dan nilai keimanan.
2. Apakah keluarga sakinah tidak pernah bertengkar?
Bukan begitu. Keluarga sakinah tetap bisa konflik, tapi menyelesaikannya dengan adab dan iman.
3. Bagaimana memulai membangun keluarga sakinah?
Mulai dari niat yang lurus, ibadah bersama, dan komunikasi yang sehat.
4. Apakah ekonomi memengaruhi keluarga sakinah?
Ekonomi penting, tapi iman dan rasa syukur jauh lebih menentukan ketenangan.
