Cara menambah nafsu makan anak sering jadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Ada anak yang pilih-pilih makanan (picky eater), ada yang mudah kenyang, ada juga yang cuma mau makan kalau sedang nonton atau disuapi. Kondisi ini tentu bikin cemas, apalagi jika berat badan anak tidak sesuai kurva pertumbuhan.
Menurut dokter anak dan ahli gizi, menurunnya nafsu makan pada anak biasanya bukan terjadi karena satu faktor, tapi kombinasi: pola makan, kebiasaan minum susu, rangsangan aktivitas, hingga kondisi medis tertentu. Itu sebabnya langkah mengatasinya perlu pendekatan yang realistis, pelan-pelan, dan tanpa memaksa.
Berikut beberapa cara menambah nafsu makan anak yang lebih praktis dan tidak bikin drama.
1. Atur Jadwal Makan yang Konsisten
Anak lebih mudah tumbuh pola makan yang baik jika jadwalnya teratur. Idealnya, anak punya pola:
- 3 kali makan utama
- 1–2 kali snack sehat
Dengan jadwal jelas, tubuh anak terbiasa mendapat sinyal lapar dan kenyang pada jam tertentu sehingga nafsu makan ikut meningkat.
2. Hindari Terlalu Banyak Minum Susu atau Camilan Manis
Beberapa anak yang sulit makan sebenarnya kenyang duluan karena susu, roti manis, biskuit, atau snack ringan. Ini termasuk “kalori kosong” yang bikin perut penuh tapi tidak bikin nutrisi lengkap. Tips kecil yang sering berhasil adalah susu diberikan setelah makan, bukan sebelum makan.
3. Berikan Porsi Kecil Tapi Sering
Saat anak sulit makan, porsi yang besar malah bikin mereka mundur. Lebih efektif memberikan porsi mini, tapi berulang.
Contoh: daripada 1 mangkuk besar bubur, bisa jadi 3 porsi kecil dengan interval pendek.
Secara psikologis ini terasa lebih “ringkas” bagi anak.
Baca Juga: 12 Cara Mengatasi Anak Kecanduan Gadget Tanpa Drama
4. Libatkan Anak Dalam Proses Memasak
Anak-anak lebih bersemangat makan ketika mereka merasa “ikut punya andil” dalam menu hari itu.
Bisa dimulai dari hal sederhana:
- memilih sayur
- memecahkan telur
- mengaduk sup
- mencuci tomat
Metode ini sering dipakai dalam terapi picky eater di beberapa negara.
5. Jangan Jadikan Makan Sebagai Tekanan
Kalimat seperti “Kalau nggak habis, Mama marah ya” atau “Makan dong! Kamu mau sakit?” Tidak hanya tidak efektif, tapi malah membuat makan jadi aktivitas yang penuh tekanan dan tidak menyenangkan.
Pendekatan yang lebih efektif adalah dukungan dan suasana tenang.
6. Berikan Menu yang Berwarna dan Bervariasi
Visual punya peran besar. Menu warna-warni membuat anak lebih penasaran dan tertarik.
Contoh plating natural:
- hijau dari brokoli
- oranye dari wortel
- merah dari tomat
- cokelat dari ayam
Kreativitas plating sering jadi trik ampuh daripada memaksa.
7. Hindari Gadget Saat Makan
Banyak anak makan sambil nonton agar ’masuk’, tapi kebiasaan ini justru membuat anak tidak sadar kapan laparnya hilang dan kapan kenyang. Selain itu, keterampilan mengunyah dan sensor oral juga tidak berkembang optimal.
Dengan makan sadar (mindful eating), anak belajar rasa, tekstur, dan proses makan itu sendiri.
8. Biarkan Anak Merasakan Lapar Sehat
Beberapa orangtua panik saat anak belum makan, padahal tubuh butuh siklus lapar-kenyang untuk memicu nafsu makan.
Asal anak tetap minum dan tidak ada gangguan medis, membiarkan anak “lapar dulu” dalam waktu wajar tidaklah berbahaya.
9. Berikan Snack yang Bernutrisi
Kalau anak doyan ngemil, jadikan itu kesempatan. Alih-alih snack kemasan, bisa diganti dengan:
- buah
- kacang (untuk usia yang aman)
- yogurt
- keju
- protein cincang
Snack kaya protein membantu pertumbuhan otot dan memperbaiki nafsu makan.
10. Periksa Kesehatan Sistem Pencernaan
Masalah nafsu makan juga bisa muncul karena:
- cacingan
- konstipasi
- alergi makanan
- infeksi minor
- refluks
- anemia
Jika anak tampak mudah lelah, pucat, atau berat badan stagnan, ada kemungkinan penyebab medis di baliknya. Pemeriksaan ke dokter anak atau ahli gizi bisa membantu menemukan akar masalah.
11. Perbaiki Pola Tidur
Kurang tidur mempengaruhi hormon lapar (ghrelin) dan kenyang (leptin). Jika anak tidur larut, pusing, atau gampang rewel, nafsu makan biasanya turun.
Rutinitas tidur yang baik secara tidak langsung meningkatkan selera makan.
12. Jangan Bandingkan Dengan Anak Lain
Setiap anak punya ritme dan tipe makan yang berbeda. Ada yang butuh adaptasi lebih lama, ada yang cepat. Fokus pada pola, bukan membandingkan.
Konsistensi jauh lebih berarti dibanding hasil instan.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Bawa anak ke dokter jika:
- berat badan tidak naik selama 2–3 bulan
- anak sering menolak makan ekstrem
- tampak pucat atau lesu
- ada muntah atau diare berkepanjangan
- tumbuh kembang terlihat melambat
Ini bukan tanda orangtua gagal, tapi langkah bijak untuk memastikan tidak ada masalah medis.
Penutup
Menambah nafsu makan anak itu bukan soal trik instan, tapi pengelolaan kebiasaan yang pelan-pelan. Selama prosesnya menyenangkan, anak jadi mengasosiasikan makan sebagai aktivitas positif, bukan beban.
FAQ Cara Menambah Nafsu Makan Anak
1. Kenapa anak bisa menurun nafsu makannya?
Bisa karena banyak faktor seperti kenyang susu, aktivitas kurang, tekanan saat makan, masalah pencernaan, atau faktor psikologis.
2. Apakah vitamin penambah nafsu makan perlu?
Boleh, tapi sebaiknya setelah konsultasi dengan dokter agar tidak salah penggunaan.
3. Berapa kali makan ideal untuk anak?
Umumnya 3 makan utama + 1–2 snack sehat.
4. Apakah picky eater termasuk normal?
Pada anak usia 1–3 tahun cenderung normal, tapi perlu pengelolaan agar tidak terbawa hingga lebih besar.
