Cara Mengatasi Trust Issue

12 Cara Mengatasi Trust Issue Untuk Membangun Kepercayaan dalam Hubungan

Cara Mengatasi Trust Issue – Trust issue bukan istilah baru. Dalam psikologi hubungan, fenomena ini dikenal sebagai gangguan dalam membangun kepercayaan akibat pengalaman emosional atau pola interaksi tertentu. Banyak orang mengalaminya tanpa sadar. Bahkan studi dari University of Oxford menemukan bahwa kepercayaan merupakan faktor utama dalam hubungan jangka panjang, bahkan lebih dari faktor kompatibilitas fisik atau finansial.

Tetapi trust issue bukan sekadar “aku gampang curiga”. Seringkali di baliknya ada trauma, rasa takut, atau pengalaman masa lalu yang belum selesai. Kabar baiknya trust issue bisa diatasi tapi bukan dalam semalam, tapi dengan proses yang tepat.

Berikut pembahasan lengkapnya dalam 12 langkah yang mudah diaplikasikan.

1. Kenali Penyebab Trust Issue di Diri Sendiri

Psikolog dari American Psychological Association (APA) menyebutkan bahwa kesadaran diri (self-awareness) merupakan fase paling awal dalam pemulihan pola hubungan dan langkah pertama cara mengatasi trust issue. Beberapa penyebab umum trust issue meliputi:

  • pernah diselingkuhi atau ditipu
  • pola asuh otoriter atau dingin
  • relasi keluarga penuh rahasia
  • pengabaian emosional
  • pengkhianatan oleh teman dekat
  • trauma interpersonal

Dengan tahu sumbernya, proses pemulihan jadi terarah.

2. Identifikasi Pola Pikiran yang Tidak Realistis

Orang dengan trust issue sering mencampur ketakutan dengan fakta. Contoh:

“Dia belum bales chat = ada yang disembunyiin.”

Padahal respons yang tertunda bisa punya ratusan alasan lain: bekerja, mengemudi, istirahat, atau sekadar membutuhkan ruang. Teknik ini dikenal sebagai cognitive reframing, salah satu metode dalam terapi CBT (Cognitive Behavioral Therapy).

3. Hentikan Skenario Berlebihan di Kepala

Dunia psikologi menyebut ini sebagai catastrophizing, yaitu kecenderungan membayangkan skenario buruk tanpa bukti. Cara mengatasi trust issue untuk meredamnya adalah:

  • tanya diri sendiri “Apa bukti objektifnya?”
  • tanya ulang “Apa kemungkinan terbaiknya?”
  • tanya terakhir “Apa kemungkinan paling realistis?”

Semakin sering dilakukan, semakin stabil respons emosinya.

Baca Juga: 10 Cara Agar Hubungan Tetap Romantis Meski Sudah Lama Pacaran atau Menikah

4. Bangun Komunikasi yang Lebih Terbuka

Menurut Institute for Family Studies, komunikasi adalah pilar hubungan yang paling sering diabaikan tetapi paling menentukan keberlanjutan sebuah relasi.

Komunikasi yang sehat:

  • jujur
  • tidak menyerang
  • tidak pakai asumsi
  • pakai perasaan sebagai subjek

Contoh pernyataan sehat “Aku jadi cemas kalau kamu menghilang tiba-tiba. Boleh nggak kalau kamu kabari dulu?” Ini jauh lebih efektif daripada tuduhan.

5. Stop Mengontrol Lingkungan atau Pasangan

Kontrol bukan penyembuh untuk trust issue atau cara mengatasi trust issue. Justru memperburuknya. Kontrol menciptakan jarak, bukan rasa aman. Contoh kontrol yang sering muncul:

  • minta akses chat
  • minta laporan posisi
  • mengatur circle pergaulan
  • membatasi kegiatan

Trust dan kontrol tidak bisa hidup berdampingan. Kamu harus pilih salah satu.

6. Ciptakan Rasa Aman dalam Hubungan

Psikolog klinis menyebut ini sebagai secure base, yaitu kondisi emosional dimana seseorang merasa:

  • didengar
  • dihargai
  • diterima
  • tidak dihakimi

Pasangan bisa membantu menyediakan ruang aman, tetapi proses penyembuhannya tetap berasal dari diri sendiri.

7. Bangun Kepercayaan Bertahap (Bukan Instan)

Kamu tidak wajib langsung percaya 100%. Dalam sains sosial ini disebut sebagai gradual trust building, yaitu proses menaruh kepercayaan dalam skala kecil terlebih dulu. Mulai dari:

  • percaya pada kata-kata
  • percaya pada tindakan konsisten
  • percaya pada komitmen kecil
  • percaya pada waktu

Semakin sering berhasil, semakin kuat fondasinya cara mengatasi trust issue.

8. Hadapi Ketakutan untuk Disakiti

Di balik trust issue selalu ada satu akar yang sama: takut disakiti. Ketakutan ini valid. Tetapi yang perlu disadari:

  • pasangan kamu bukan masa lalumu
  • hubungan yang sekarang bukan hubungan yang kemarin
  • orang baru tidak bertanggung jawab atas luka lama

Butuh keberanian untuk kembali dekat, tapi kedekatan itulah yang membuka kesempatan untuk sembuh.

9. Hindari Membandingkan dengan Pengalaman Sebelumnya

Membandingkan pasangan sekarang dengan masa lalu hanya membuka luka baru. Ini disebut sebagai projection bias, yaitu memindahkan luka masa lalu ke orang yang tidak terlibat.

Pasangan yang sehat akan merasa unfair ketika harus “menebus” kesalahan orang yang tak ia kenal. Dengan tidak membandingkan dengan pengalaman sebelumnya adalah cara mengatasi trust issue yang akan berdampak.

10. Sesuaikan Ekspektasi dengan Realitas

Tidak ada hubungan yang sempurna. Bahkan hubungan yang paling sehat pun memiliki konflik. Dengan ekspektasi yang realistis:

  • konflik dianggap normal
  • komunikasi jadi lebih lancar
  • kesalahan manusia lebih mudah diterima

Kepercayaan tumbuh ketika hubungan memberi ruang untuk manusia menjadi manusia.

11. Latih Self-Regulation dan Kesabaran

Cara mengatasi trust issue selanjutnya adalah dengan mengontrol diri lebih penting daripada mencoba mengontrol pasangan. Teknik self-regulation bisa berupa:

  • journaling
  • mindfulness breathing
  • grounding sensory
  • menulis pikiran
  • konsultasi profesional

Teknik ini umum dipakai dalam terapi trauma interpersonal.

12. Jangan Ragu Mencari Bantuan Profesional

Kalau trust issue sudah memengaruhi:

  • hubungan
  • pekerjaan
  • kesehatan mental
  • tidur
  • harga diri

maka mencari bantuan psikolog bukan tanda lemah justru langkah dewasa.

Terapi seperti CBT, DBT, atau EMDR punya hasil klinis yang baik pada isu trauma dan relasi.

Apakah Trust Issue Bisa Sembuh?

Jawabannya bisa. Tidak mudah dan tidak cepat, tapi sangat mungkin bagi kita untuk meelakukan cara mengatasi trust issue di atas tersebut.

Karena manusia belajar percaya dari dua hal:

  • interaksi
  • pengalaman emosional aman

Semakin banyak pengalaman aman, semakin mudah percaya.

Disclaimer Sehat

Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan evaluasi profesional mengenai cara mengatasi trust issue. Jika trust issue kamu berasal dari trauma berat, konsultasi dengan psikolog atau terapis sangat disarankan.

FAQ

1. Apa itu trust issue?
Trust issue adalah kesulitan untuk mempercayai orang lain akibat pengalaman emosional negatif atau trauma masa lalu.

2. Apakah trust issue bisa hilang?
Bisa, melalui komunikasi, self-awareness, perubahan pola pikir, dan kadang terapi psikologis.

3. Apakah trust issue selalu karena trauma?
Tidak selalu. Bisa karena pola asuh, lingkungan, atau pengalaman hubungan yang buruk.

4. Bagaimana cara mengatasi trust issue dalam hubungan?
Melalui komunikasi terbuka, kepercayaan bertahap, regulasi emosi, dan batasan yang sehat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *